oleh Ust. Rahmat Abdullah....
Betapa banyaknya dusta yang dikemas dengan bungkus dan label yang menarik. Betapa banyak kebajikan yang dilakukan dengan bersyunyi-sunyi. Bukan salah pelaksana kebajikan menabur jasa, tetapi salah sebagian penonton yang tak sadar perlunya kebajikan disebarluaskan, minimal untuk menghibur ummat yang kehilangan kepercayaan akan adanya orang-orang yang berhati mulia. Bila seseorang mengundang wartawan untuk meliput acara tahajudnya di tengah malam, atau sedekahnya kepada fakir miskin, hampir dapat dipastikan orang menangkap kesan pamer dan riya’ disana. Akan tetapi bila dana ummat, kesigapan kader dan partisipasi ibu-ibu yang tak kenal lelah menyantuni kaum dhu’afa, memeriksa kesehatan warga tak mampu atau mendirikan pendidikan swadaya masyarakat, apa yang ditakutkan? Riya’, sum’ah, pamer? ALLAH yang memerintahkan untuk berinfaq dengan “rahasia atau terbuka” (Sirran wa’alaniah). Kerap diartikan ‘sirran’ untuk sedekah sunnah oleh pribadi-pribadi dan ‘alaniah’ untuk zakat yang menjadi hak miskin untuk memperolehnya dan hak publik untuk mengetahuinya. Akan dibiarkan ummat putus harapan kepada kader-kadernya yang nyaris tak mereka dengar gebrakan kebajikannya, padahal hanya dalam waktu satu dua jam sesudah terjadinya gempa bumi di suatu kawasan, mereka telah menyiapkan bantuan medis, dapur umum, penampungan. Ummat lain dengan pongahnya menjanjikan sepekan lagi kami akan kesana, sambil menayangkan rekam aksi bakti sosial mereka yang direkayasa seperti banyak, tetapi hanya tipuan lensa. Akan dibiarkan ummat menonton dengan iman yang mulai ragu kepada kebenaran agamanya sendiri, karena disana ditayangkan dalam tayangan tengah malam, betapa doa yang diarahkan kepada makhluk telah membuat melek si buta dan berjalan si lumpuh. Tak ada yang buta dan tak ada yang lumpuh. Yang ada dusta-dusta berkedok doa, orasi-orasi menggelora tetapi kosong dari kebenaran, tipuan-tipuan telah dibawa ke langit lewat satelit. Dan genaplah dusta permanen mereka yang telah dimulai dengan dusta atas nama Allah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar